Selasa, 28 Maret 2017

CAPER BUS 2017 : Menjajal Pelari Pantura, Sinar Jaya All New Marquez 24RC


Setelah membaca berbagai cerita perjalanan bus yang kutemukan di blog para Bismania, akhirnya tangan ini pun gatal ingin mencurahkan pengalaman bis – bisan yang pernah aku lakukan. Bus adalah salah satu moda transportasi yang aku sukai. Mungkin karena sejak kecil aku sudah diajak oleh Orang Tuaku untuk berpergian menggunakan bus. Skip....
Sebenarnya ini adalah lanjutan dari cerita yang telah aku tulis sebelumnya yaitu “EDISI DADAKAN PERJALANAN BUS GOES TO JAKARTA WITH PUTERA MULYA P20”. Setelah disibukkan oleh pekerjaan dan kuliah selama sebulan terakhir ini, maka baru sempat aku lanjutkan cerita perjalanan ini. Karena memang kurang Afdol rasanya kalau tidak kutulis perjalanan pulangnya. heheee

SELASA, 14 FEBRUARI 2017
Hari itu adalah saatnya aku kembali pulang ke Klaten Jawa Tengah, setelah 2 hari ini aku berada di Jakarta untuk menghantarkan adikku ke tempat kerja barunya disini. Selesai packing barang bawaan sedari pagi, maka sekitar jam 1 siang aku berangkat ke pool Sinar Jaya Cibitung dihantarkan Bapakku. Ngapunten nggih Pak malah ngrepoti..
Beliau sudah meminta ijin kepada atasannya bahwa istirahat makan siang ini Dia akan pergi sebentar untuk menghantarkan aku. Perlu diketahui, sehari sebelumnya aku sudah pergi ke terminal Pulogebang berniat untuk membeli tiket. Tetapi kata agen Sinar Jaya disana, khusus untuk tiket jurusan Solo harus dibeli langsung di pool Cibitung. karena dengan harga yang murah yaitu dengan 100rb saja, jelas akan mengalahkan pasar dari PO. Bus yang lain di kelasnya. Maka pulanglah aku dihari itu dengan tangan hampa alias zonk. Di Pulogebang banyak yang menawarkan aku pilihan bus lainnya, tetapi hati ini sudah tidak bisa goyah karena ingin merasakan sensasi balapan SinJay 24RC itu (Padalah karena kantong lagi mepet juga sebenarnya). hahaaaa
Kembali ke cerita awal. setelah perjalanan 2 jam dari kontrakan Bapakku di Cipinang Melayu Jakarta Timur dan melawati macetnya Jakarta, akhirnya sampailah kami di pool Cibitung sekitar jam 3 sore. Langsung aku beli tiket kepada mbaknya disana, daaan akhirnya kudapatkanlah tiket sesuai dengan bus yang aku harapkan. Alhamdulillah.

(namanya kurang huruf “H”)

Jam berangkat adalah jam 4 sore, maka kami gunakan spare 1 jam itu untuk makan di warteg sebelah pool disana. Selesai makan, aku dan Bapak kembali ke dalam pool untuk menunggu bus. Hunfot dikit lah cekrek

(terlihat jetliner (paling kiri) yang masih kinyis-kinyis)

(ruang tunggu ber-AC)

Ada kejadian luar biasa yang aku alami disini, setelah 2 jam menunggu atau lebih tepatnya jam 5 sore bus yang akan membawaku pulang ke Jawa belum datang juga. Aku pun bertanya kepada mbak operator disana, dan Dia menjelaskan bahwa bus terjebak kemacetan di tol Jakarta. Wealah....
Akhirnya Bapakku pun pamit untuk kembali ke kerjaannya, niat beliau sebenarnya ingin menghantarkan aku untuk sampai bus nanti. Tapi setelah kujelaskan kalau mungkin bus masih akan lama tiba disini dan gak enak juga dengan atasannya, Beliau pun mengurungkan niatnya. Ngapunten melih nggih Pak
Waktu berlalu, tanpa terasa sekarang sudah hampir jam 7 malam tetapi bus yang aku tunggu belum datang.


(18.40 WIB)

Dan setelah kurang lebih 4 jam menunggu (ya benar 4 jam terhitung dari jam 3 sore tadi), pada pukul 18.59 WIB {sesuai dengan keterangan foto dibawah ini) bus Sinar Jaya 24RC yang aku tunggu sampai ngoyot ini datang juga.

(on board SinJay 24rc)


(on board SinJay 24RC)

Segera aku menuju kedalam bus, sampai lupa foto dari luar tadi karena ramainya kondisi pool kala itu. Akhirnya bakal merasakan juga bus yang katanya “banter” ini heheee
Setelah 10 menit berada di pool untuk menaikkan penumpang dan barang, Bus bermesin Hino RN 285, berkaroseri Jetbus HD2+ garapan Adi Putro, berAir Suspension, dan bertarif murah ini berangkat juga. Bismillah
Okupansi penumpang saat itu tidak penuh, mungkin tidak sampai 20 orang. Tapi bus ini tetap berangkat. Salut dah..
Aku merasa sangat nyaman berada di dalam bus 24RC ini. gronjalan yang sangat terasa ketika aku naik bus sebelumnya (bus menuju Jakarta di cerita sebelumnya), tidak aku rasakan di bus ini. Jelas lah, Air Suspension broooo hahaaa...
Mas Koko Bule memegang kendali saat ini, bus langsung ngejosss didalam kendalinya. Kondisi macet tak menghalanginya untuk bermanuver, benar-benar mantap. Baru pemanasan saja sudah seperti ini, gimana pas opera van pantura nanti pikirku. Mungkin ini juga karena mengejar ketertinggalan waktu selama 4 jam tadi jadi bus langsung dibawa mosak masik.
Hujan makin deras, tapi bus tetap berlari cepat diiringi lampu strobo depan berwarna hijau dan biru yang dinyalakan. Tidak kutemukan kendala seperti kabin bocor di bus ini, padahal diluar hujan sangat deras. Banyak bus yang diasapi dengan mudah oleh bus ini, seperti Murni Jaya SHD, Laju Prima SHD, mbak Rosin, dan masih banyak lagi. Ternyata memang benar kalau bus ini pelari sesuai dengan cerita yang aku baca di internet. Mungkin dinamakan All New Marquez dikarenakan larinya kencang bagai om Marquez di MotoGP itu. heheee
Jam 9 malam sampailah aku di RM Taman Selera Cikamurang. Disini aku sempatkan untuk mebeli makan dan hunfot bus. Tapi apalah daya kamera hp tuaku ini, maka hasil fotonya blur semua. Wayahe ganti iki wkwkwkwk


(Sinar Jaya 24RC)


(Sinar Jaya 24RC)

Kurang lebih 30 menit istirahat disini, setelah itu bus diberangkatkan kembali masih dalam kendali Mas Koko Bule. Disini juga dilakukan kontrolan, dan ada tambahan penumpang satu keluarga yang berjumlah 4 orang dan langsung duduk dibelakang. Karena memang banyak bangku kosong, maka sang bapak setelah mendapat persetujuan dari Mas Yatno (driver tengah) diperbolehkan untuk menekuk bangku depannya agar bisa untuk tidur slonjoran anak istrinya. Bus masih tetap dibawa mosak masik oleh Mas Koko, tapi tetap nyaman karena pembawaannya sangat halus dan minim hentakan. Sudah kawakan Mas Koko sepertinya...
Perjalanan di tol cipali ini kurasakan seperti naik kapal, karena hujan sangat deras dan bis dipacu kencang maka menghasilkan cipratan air yang menyerupai ombak di laut. Bahkan di daerah Brebes karena jalan banyak digenangi air hujan, sampai-sampai kendaraan arah berlawanan yang dekat pembatas tengah jalan terkena cipratan air dari bus ini. wkwkwkwk

RABU, 15 FEBRUARI 2017
Singkat cerita jam setengah 3 malam aku sudah sampai di pemberhentian kedua, yaitu RM Sari Rasa Kendal.



(RM Sari Rasa)

Segera aku menuju kamar mandi untuk buang air kecil dan sekedar cuci muka agar hilang rasa kantuk ini. Disamping bus yang aku tumpangi, ada Mbak Rosin ekonomi yang sedang mengalami trouble di ban belakangnya.


(maaf blur)

Tetapi hal itu tidak berlangsung lama, karena selang bebepapa menit datanglah mekanik dari Rosalia Indah dan langsung memperbaiki bus tsb. Mantap juga PO. Bus satu ini...

(mbak Rosin selesai diperbaiki)

Di RM ini terdapat bus lainnya seperti dalam foto diatas, dan bus SinJay 27RC jurusan Solo yang tadi berangkat dibelakangku malah sudah sampai disini duluan. Banter juga ternyata hmmmm.

(kiri : 24RC, Kanan : 27RC)

30 menit berlalu, akhirnya bus diberangkatkan kembali. Kali ini kemudi dikendalikan oleh Mas Yatno. Seperti driver sebelumnya, Mas Yatno ini juga tipikal yang mosak masik tapi halus dan minim hentakan. Sehingga aku di dalam bus pun bisa merasa ngantuk walaupun bis dipacu kencang. Hingga akhirnya rasa ngantuk yang didukung hawa AC yang dingin serta buaian halus Air Suspension di bus ini sukses membuatku tidur hingga Boyolali. Hahahh kebo tenan
Perkiraanku meleset, kemarin aku perkirakan sampai Solo kesiangan karena bus banyak kehilangan waktu akibat macet. Tetapi kenyataanya jam setengah 6 pagi aku sudah berada di Boyolali. Itupun aku terbangun karena suara hpku yang berbunyi, ternyata telepon dari Ibuku. Beliau memang sudah aku kabari dari kemarin kalau akau akan pulang, dan Beliau yang akan menjemputku di Delanggu nanti sekalian kulakan bahan makanan untuk pesenan arem-arem.
Pukul 5.50 WIB sampailah aku di Bandara Tirtonadi Solo, eh Terminal maksudnya. Perjalanan Cibitung - Solo menggunakan Sinar Jaya 24RC ini ditempuh dalam waktu 10,5 jam, itupun tanpa merubah etape perjalanan yang semestinya alias tetap berhenti di rumah makan untuk istirahat. Kurang banter gimana coba?

(Tirtonadi 15 Februari 2017)

Menurutku bus ini sangat recommended sekali, apalagi bagi anda yang PJKA dan menuntut ketepatan waktu silahkan sekali-kali mencoba bus Sinar Jaya 24RC ini.
Setelah berpamitan dengan Mas Koko Bule (sebelumnya Mas Yatno sudah turun di Pabelan), akupun turun dari bus dan menuju shelter jurusan Jogja untuk melanjutkan lagi perjalananku pulang. Pilihanku pagi itu adalah bus Mira.

(tiket bus MIRA)

Kali ini aku berhasil menerapkan trik yang diajarkan oleh Mbak Titik, salah satu agen bus di Delanggu. kemarin sebelum ke Jakarta aku bercerita kepadanya kalau dulu pas di Terminal Giwangan aku tidak boleh naik bus ATB Surabaya – Soloan dikarenakan aku menyebutkan tujuan pemberhentianku yang sebenarnya, saat itu aku bilang pada pak kernet Sugeng Rahayu mau ke Delanggu. Kata Mbak Titik seharusnya aku bilang mau ke Solo, karena untuk yang turun di pinggir jalan (bukan terminal) akan diserahkan ke bus bumelan. Begitulah kira-kira kesepakatan yang terjadi antara bus ATB dan bumelan di daerah Solo – Jogja ini. duh baru tau aku, benar-benar manusia kurang piknik diriku ini....
Pada saat naik bus Mira kemarin aku menyebutkan tujuanku mau ke Jogja, dan pada akhirnya diperbolehkan masuk oleh pak kernetnya. hhay
Kutebus tiket Solo – Delanggu dengan uang 5rb rupiah. murah jg ya, adem lagi. Sampai di Delanggu, Ibuku sudah berada di bangjo menungguku. setelah saliman dengan Beliau, aku goncengkan Ibuku menuju pasar untuk mampir membeli bahan makanan. Tiba dirumah sekitar jam setengah 8 pagi, kulanjutkan aktifitas pagi itu dengan sarapan jajanan pasar yang kubeli tadi. Setelah itu lanjut mandi, dan bobomania. hari itu aku tidak berangkat kerja, karena hari libur Nasional pemilu Gubernur Jakarta. Alhamdulillah

Berakhirlah cerita perjalanan bus kali ini, tunggu kisah selanjutnya ya.........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar