Setelah membaca berbagai cerita
perjalanan bus yang kutemukan di blog para Bismania, akhirnya tangan ini pun
gatal ingin mencurahkan pengalaman bis – bisan yang pernah aku lakukan. Bus
adalah salah satu moda transportasi yang aku sukai. Mungkin karena sejak kecil
aku sudah diajak oleh Orang Tuaku untuk berpergian menggunakan bus. Skip....
Sebenarnya ini adalah lanjutan
dari cerita yang telah aku tulis sebelumnya yaitu “EDISI DADAKAN PERJALANAN BUS
GOES TO JAKARTA WITH PUTERA MULYA P20”. Setelah disibukkan oleh pekerjaan dan
kuliah selama sebulan terakhir ini, maka baru sempat aku lanjutkan cerita
perjalanan ini. Karena memang kurang Afdol rasanya kalau tidak kutulis
perjalanan pulangnya. heheee
SELASA, 14 FEBRUARI 2017
Hari itu adalah saatnya aku
kembali pulang ke Klaten Jawa Tengah, setelah 2 hari ini aku berada di Jakarta
untuk menghantarkan adikku ke tempat kerja barunya disini. Selesai packing
barang bawaan sedari pagi, maka sekitar jam 1 siang aku berangkat ke pool Sinar
Jaya Cibitung dihantarkan Bapakku. Ngapunten
nggih Pak malah ngrepoti..
Beliau sudah meminta ijin kepada
atasannya bahwa istirahat makan siang ini Dia akan pergi sebentar untuk
menghantarkan aku. Perlu diketahui, sehari sebelumnya aku sudah pergi ke
terminal Pulogebang berniat untuk membeli tiket. Tetapi kata agen Sinar Jaya
disana, khusus untuk tiket jurusan Solo harus dibeli langsung di pool Cibitung.
karena dengan harga yang murah yaitu dengan 100rb saja, jelas akan mengalahkan pasar
dari PO. Bus yang lain di kelasnya. Maka pulanglah aku dihari itu dengan tangan
hampa alias zonk. Di Pulogebang
banyak yang menawarkan aku pilihan bus lainnya, tetapi hati ini sudah tidak
bisa goyah karena ingin merasakan sensasi balapan SinJay 24RC itu (Padalah
karena kantong lagi mepet juga sebenarnya). hahaaaa
Kembali ke cerita awal. setelah
perjalanan 2 jam dari kontrakan Bapakku di Cipinang Melayu Jakarta Timur dan
melawati macetnya Jakarta, akhirnya sampailah kami di pool Cibitung sekitar jam
3 sore. Langsung aku beli tiket kepada mbaknya disana, daaan akhirnya
kudapatkanlah tiket sesuai dengan bus yang aku harapkan. Alhamdulillah.
(namanya
kurang huruf “H”)
Jam berangkat adalah jam 4 sore,
maka kami gunakan spare 1 jam itu untuk makan di warteg sebelah pool disana.
Selesai makan, aku dan Bapak kembali ke dalam pool untuk menunggu bus. Hunfot dikit
lah cekrek
(terlihat jetliner
(paling kiri) yang masih kinyis-kinyis)
(ruang
tunggu ber-AC)
Ada kejadian luar biasa yang aku
alami disini, setelah 2 jam menunggu atau lebih tepatnya jam 5 sore bus yang
akan membawaku pulang ke Jawa belum datang juga. Aku pun bertanya kepada mbak
operator disana, dan Dia menjelaskan bahwa bus terjebak kemacetan di tol
Jakarta. Wealah....
Akhirnya Bapakku pun pamit untuk
kembali ke kerjaannya, niat beliau sebenarnya ingin menghantarkan aku untuk
sampai bus nanti. Tapi setelah kujelaskan kalau mungkin bus masih akan lama
tiba disini dan gak enak juga dengan atasannya, Beliau pun mengurungkan
niatnya. Ngapunten melih nggih Pak
Waktu berlalu, tanpa terasa
sekarang sudah hampir jam 7 malam tetapi bus yang aku tunggu belum datang.
(18.40 WIB)
Dan setelah kurang lebih 4 jam
menunggu (ya benar 4 jam terhitung dari jam 3 sore tadi), pada pukul 18.59 WIB
{sesuai dengan keterangan foto dibawah ini) bus Sinar Jaya 24RC yang aku tunggu
sampai ngoyot ini datang juga.
(on board
SinJay 24rc)
(on board
SinJay 24RC)
Segera aku menuju kedalam bus,
sampai lupa foto dari luar tadi karena ramainya kondisi pool kala itu. Akhirnya
bakal merasakan juga bus yang katanya “banter” ini heheee
Setelah 10 menit berada di pool
untuk menaikkan penumpang dan barang, Bus bermesin Hino RN 285, berkaroseri
Jetbus HD2+ garapan Adi Putro, berAir Suspension, dan bertarif murah ini berangkat
juga. Bismillah
Okupansi penumpang saat itu tidak
penuh, mungkin tidak sampai 20 orang. Tapi bus ini tetap berangkat. Salut dah..
Aku merasa sangat nyaman berada
di dalam bus 24RC ini. gronjalan yang
sangat terasa ketika aku naik bus sebelumnya (bus menuju Jakarta di cerita
sebelumnya), tidak aku rasakan di bus ini. Jelas lah, Air Suspension broooo
hahaaa...
Mas Koko Bule memegang kendali
saat ini, bus langsung ngejosss didalam kendalinya. Kondisi macet tak menghalanginya
untuk bermanuver, benar-benar mantap. Baru pemanasan saja sudah seperti ini,
gimana pas opera van pantura nanti pikirku. Mungkin ini juga karena mengejar
ketertinggalan waktu selama 4 jam tadi jadi bus langsung dibawa mosak masik.
Hujan makin deras, tapi bus tetap
berlari cepat diiringi lampu strobo depan berwarna hijau dan biru yang
dinyalakan. Tidak kutemukan kendala seperti kabin bocor di bus ini, padahal
diluar hujan sangat deras. Banyak bus yang diasapi dengan mudah oleh bus ini,
seperti Murni Jaya SHD, Laju Prima SHD, mbak Rosin, dan masih banyak lagi. Ternyata
memang benar kalau bus ini pelari sesuai dengan cerita yang aku baca di
internet. Mungkin dinamakan All New Marquez dikarenakan larinya kencang bagai
om Marquez di MotoGP itu. heheee
Jam 9 malam sampailah aku di RM
Taman Selera Cikamurang. Disini aku sempatkan untuk mebeli makan dan hunfot
bus. Tapi apalah daya kamera hp tuaku ini, maka hasil fotonya blur semua.
Wayahe ganti iki wkwkwkwk
(Sinar Jaya
24RC)
(Sinar Jaya
24RC)
Kurang lebih 30 menit istirahat
disini, setelah itu bus diberangkatkan kembali masih dalam kendali Mas Koko
Bule. Disini juga dilakukan kontrolan, dan ada tambahan penumpang satu keluarga
yang berjumlah 4 orang dan langsung duduk dibelakang. Karena memang banyak
bangku kosong, maka sang bapak setelah mendapat persetujuan dari Mas Yatno
(driver tengah) diperbolehkan untuk menekuk bangku depannya agar bisa untuk
tidur slonjoran anak istrinya. Bus masih tetap dibawa mosak masik oleh Mas Koko,
tapi tetap nyaman karena pembawaannya sangat halus dan minim hentakan. Sudah kawakan
Mas Koko sepertinya...
Perjalanan di tol cipali ini
kurasakan seperti naik kapal, karena hujan sangat deras dan bis dipacu kencang
maka menghasilkan cipratan air yang menyerupai ombak di laut. Bahkan di daerah
Brebes karena jalan banyak digenangi air hujan, sampai-sampai kendaraan arah
berlawanan yang dekat pembatas tengah jalan terkena cipratan air dari bus ini.
wkwkwkwk
RABU, 15 FEBRUARI 2017
Singkat cerita jam setengah 3
malam aku sudah sampai di pemberhentian kedua, yaitu RM Sari Rasa Kendal.
(RM Sari
Rasa)
Segera aku menuju kamar mandi
untuk buang air kecil dan sekedar cuci muka agar hilang rasa kantuk ini.
Disamping bus yang aku tumpangi, ada Mbak Rosin ekonomi yang sedang mengalami
trouble di ban belakangnya.
(maaf blur)
Tetapi hal itu tidak berlangsung
lama, karena selang bebepapa menit datanglah mekanik dari Rosalia Indah dan
langsung memperbaiki bus tsb. Mantap juga PO. Bus satu ini...
(mbak Rosin
selesai diperbaiki)
Di RM ini terdapat bus lainnya
seperti dalam foto diatas, dan bus SinJay 27RC jurusan Solo yang tadi berangkat
dibelakangku malah sudah sampai disini duluan. Banter juga ternyata hmmmm.
(kiri :
24RC, Kanan : 27RC)
30 menit berlalu, akhirnya bus
diberangkatkan kembali. Kali ini kemudi dikendalikan oleh Mas Yatno. Seperti
driver sebelumnya, Mas Yatno ini juga tipikal yang mosak masik tapi halus dan
minim hentakan. Sehingga aku di dalam bus pun bisa merasa ngantuk walaupun bis
dipacu kencang. Hingga akhirnya rasa ngantuk yang didukung hawa AC yang dingin
serta buaian halus Air Suspension di bus ini sukses membuatku tidur hingga Boyolali.
Hahahh kebo tenan
Perkiraanku meleset, kemarin aku
perkirakan sampai Solo kesiangan karena bus banyak kehilangan waktu akibat
macet. Tetapi kenyataanya jam setengah 6 pagi aku sudah berada di Boyolali.
Itupun aku terbangun karena suara hpku yang berbunyi, ternyata telepon dari
Ibuku. Beliau memang sudah aku kabari dari kemarin kalau akau akan pulang, dan
Beliau yang akan menjemputku di Delanggu nanti sekalian kulakan bahan makanan
untuk pesenan arem-arem.
Pukul 5.50 WIB sampailah aku di
Bandara Tirtonadi Solo, eh Terminal maksudnya. Perjalanan Cibitung - Solo
menggunakan Sinar Jaya 24RC ini ditempuh dalam waktu 10,5 jam, itupun tanpa
merubah etape perjalanan yang semestinya alias tetap berhenti di rumah makan
untuk istirahat. Kurang banter gimana coba?
(Tirtonadi
15 Februari 2017)
Menurutku bus ini sangat recommended
sekali, apalagi bagi anda yang PJKA dan menuntut ketepatan waktu silahkan
sekali-kali mencoba bus Sinar Jaya 24RC ini.
Setelah berpamitan dengan Mas
Koko Bule (sebelumnya Mas Yatno sudah turun di Pabelan), akupun turun dari bus
dan menuju shelter jurusan Jogja untuk melanjutkan lagi perjalananku pulang.
Pilihanku pagi itu adalah bus Mira.
(tiket bus
MIRA)
Kali ini aku berhasil menerapkan
trik yang diajarkan oleh Mbak Titik, salah satu agen bus di Delanggu. kemarin
sebelum ke Jakarta aku bercerita kepadanya kalau dulu pas di Terminal Giwangan
aku tidak boleh naik bus ATB Surabaya – Soloan dikarenakan aku menyebutkan
tujuan pemberhentianku yang sebenarnya, saat itu aku bilang pada pak kernet
Sugeng Rahayu mau ke Delanggu. Kata Mbak Titik seharusnya aku bilang mau ke
Solo, karena untuk yang turun di pinggir jalan (bukan terminal) akan diserahkan
ke bus bumelan. Begitulah kira-kira kesepakatan yang terjadi antara bus ATB dan
bumelan di daerah Solo – Jogja ini. duh baru tau aku, benar-benar manusia
kurang piknik diriku ini....
Pada saat naik bus Mira kemarin
aku menyebutkan tujuanku mau ke Jogja, dan pada akhirnya diperbolehkan masuk
oleh pak kernetnya. hhay
Kutebus tiket Solo – Delanggu dengan
uang 5rb rupiah. murah jg ya, adem lagi. Sampai di Delanggu, Ibuku sudah berada
di bangjo menungguku. setelah saliman dengan Beliau, aku goncengkan Ibuku
menuju pasar untuk mampir membeli bahan makanan. Tiba dirumah sekitar jam
setengah 8 pagi, kulanjutkan aktifitas pagi itu dengan sarapan jajanan pasar
yang kubeli tadi. Setelah itu lanjut mandi, dan bobomania. hari itu aku tidak
berangkat kerja, karena hari libur Nasional pemilu Gubernur Jakarta.
Alhamdulillah
Berakhirlah cerita perjalanan bus
kali ini, tunggu kisah selanjutnya ya.........














Tidak ada komentar:
Posting Komentar